Kebakaran Hutan Kensi, Wabup Isak Waryensi Pimpin Tim Gabungan ke Lokasi

Papua Barat20 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Kebakaran hutan di Kampung Kensi, Distrik Arguni Atas, Kabupaten Kaimana, masih berlangsung. Pemerintah daerah pun mengerahkan tim gabungan untuk meninjau kondisi terkini sekaligus mempercepat penanganan kebakaran.

Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi bersama tim gabungan dijadwalkan bertolak menuju Kampung Kensi pada Senin (14/9/2026) pukul 14.00 WIT.

Tim gabungan yang dilibatkan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), unsur kehutanan, TNI/Polri, serta Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).

“Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi dan Kepala BPBD Kabupaten Kaimana Hans J.M. Litaay”

Kepala BPBD Kabupaten Kaimana Hans J.M. Litaay mengatakan, tim telah mempersiapkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman di lokasi terdampak.

“Peralatan yang kami siapkan yakni tiga buah alkon lengkap dengan selang. Ada juga bantuan selang dari Damkar Kaimana, alat potong dan masker yang nantinya dibagikan kepada warga di Kampung Kensi,” kata Hans saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (14/9/2026).

Hans menjelaskan, hingga saat ini api belum masuk ke kawasan permukiman Kampung Kensi. Warga setempat telah melakukan langkah antisipasi dengan memadamkan kobaran api yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Sementara itu, titik api disebut muncul di wilayah Kampung Borobergа dan Eregara. Warga Kensi masih bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api semakin meluas.

“Untuk Kampung Kensi, api belum masuk sampai ke permukiman karena masyarakat sudah mengantisipasi. Api yang dekat dengan pemukiman sudah dipadamkan,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, tim gabungan akan melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kebakaran. Pemeriksaan tersebut meliputi perkiraan luas area yang terbakar, kemungkinan adanya korban, serta dampak dan kerugian yang ditimbulkan.

Hasil peninjauan akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kebutuhan personel dan peralatan tambahan yang diperlukan untuk mengendalikan kebakaran.

Hans mengatakan, sebenarnya terdapat sejumlah sumber air berupa sungai di sekitar Kampung Kensi. Namun, keterbatasan peralatan membuat warga masih mengandalkan cara manual dengan menimba air menggunakan ember untuk memadamkan api.

“Kami kasihan melihat masyarakat harus bolak-balik menggunakan peralatan seadanya untuk mengambil air dan memadamkan api. Kami berharap api bisa segera dipadamkan,” katanya.

(REI RUMLUS)