Pala Kaimana Mampu Bertahan di Musim Kering, Kepala DKPP: Ini Temuan Menarik

Papua Barat14 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Di tengah kondisi kekeringan yang mulai berdampak terhadap sektor pertanian Kabupaten Kaimana, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kaimana menemukan tanaman pala yang dinilai mampu bertahan dalam kondisi panas dan minim air.

Temuan tersebut diperoleh setelah DKPP melakukan pemantauan di sejumlah lokasi tanaman pala di wilayah Kaimana. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Wermura, di mana tanaman pala masih terlihat tumbuh subur meski menghadapi kondisi cuaca panas dan curah hujan yang minim.

Kepala DKPP Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan pihaknya telah beberapa kali turun langsung untuk mengecek kondisi tanaman pala di lapangan.

“Kita sudah beberapa kali turun cek. Kita menemukan pala Kaimana yang ternyata tahan panas. Dia tidak mengalami kekeringan sampai sekarang, baik yang sambung maupun biji,” kata Alexander saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kemampuan tanaman pala tersebut bertahan di tengah kondisi kering menjadi temuan menarik, terlebih saat kekeringan mulai menyebabkan sejumlah tanaman pertanian mengalami penurunan kondisi.

Selain Wermura, DKPP juga mengambil sampel tanaman pala dari sejumlah lokasi untuk melihat karakteristik dan daya tahannya terhadap kondisi panas. Sampel tersebut berasal dari Wermura, Wamoma, Inari, Jarati, Lono, Nagura, serta kawasan Kilo.

“Kita juga kaget karena ternyata dia tahan panas. Di sekitar Papua yang kondisinya kering, dia masih aman,” ujarnya.

Alexander menjelaskan, tanaman pala yang diamati terdiri atas tanaman hasil sambungan maupun tanaman yang tumbuh dari biji. Keduanya menunjukkan kondisi yang relatif baik meski berada dalam situasi musim kering.

Namun, temuan tersebut masih perlu dikaji dan divalidasi lebih lanjut. DKPP akan melihat karakteristik tanaman serta kondisi lingkungan yang memungkinkan pala Kaimana mampu bertahan dalam kondisi panas dan kekurangan air.

Jika hasil kajian nantinya menunjukkan adanya keunggulan tertentu, Alexander menilai karakteristik tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan budidaya pala Kaimana yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca.

“Ini bisa menjadi semacam rekomendasi untuk budidaya pala karena dia punya keunggulan, yaitu tahan panas,” katanya.

DKPP juga akan terus melakukan pendataan terhadap tanaman pala di kampung-kampung lain yang menunjukkan kondisi serupa. Data tersebut nantinya akan dibandingkan untuk mengetahui karakteristik tanaman maupun lingkungan yang mendukung pertumbuhan pala selama musim kering.

Selain melakukan kajian terhadap tanaman pala, DKPP Kaimana saat ini mendorong penyusunan kalender tanam yang disesuaikan dengan kondisi musim dan kemungkinan perubahan cuaca.

Untuk mendukung penyusunan kalender tanam tersebut, DKPP telah berkomunikasi dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat Manokwari dan Ambon guna mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi pertanian di Kaimana.

“Kita ingin menyesuaikan waktu tanam dengan musim. Kalau musim panas, jangan tanam sayur atau tanaman yang membutuhkan banyak air. Begitu juga dengan pala, harus disesuaikan dengan kondisi musim,” jelas Alexander.

Ia berharap temuan tanaman pala yang mampu bertahan dalam kondisi panas dan kering tersebut dapat diteliti lebih mendalam. Hasil kajian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan budidaya pala Kaimana yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi cuaca.

Alexander juga membuka peluang dilakukannya validasi bersama di lokasi-lokasi tanaman pala yang menjadi sampel untuk memastikan lebih lanjut karakteristik dan keunggulan tanaman tersebut.

(REI RUMLUS)