Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Papua Barat53 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi tanggung jawab moral dalam setiap penyelenggaraan transportasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Blasius Kilmas, S.Pd., M.Pd., pada upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang berlangsung di halaman parkir Pelabuhan Laut Kaimana, Kamis (17/9/2026).

Dalam amanatnya, Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai pekerjaan yang telah diselesaikan, sekaligus merefleksikan sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan ini.

Atas berbagai peristiwa tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan duka cita kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Menurutnya, berbagai musibah transportasi menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas administratif. Setiap standar keselamatan harus benar-benar diterapkan dalam sistem transportasi, baik dalam penyelenggaraan maupun pengawasannya.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Blasius Kilmas.

Penegasan mengenai keselamatan tersebut dinilai semakin penting karena sektor perhubungan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran perhubungan harus merespons berbagai kondisi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

Dalam kondisi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus tetap berjalan secara beriringan. Operasional transportasi harus dihentikan apabila kondisi dinilai tidak aman. Namun, insan perhubungan juga dituntut untuk segera mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap dapat berlangsung.

Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Tema tersebut menggambarkan peran strategis transportasi dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan layanan pendidikan dan kesehatan.

Menteri Perhubungan mengatakan transportasi juga memiliki peran penting dalam mempertemukan keluarga, membuka kesempatan kerja, mendistribusikan bahan pangan, menggerakkan industri hingga menghadirkan pelayanan negara ke wilayah 3T, yakni Terdepan, Terluar dan Terpencil.

Karena itu, transportasi tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan kendaraan dan pembangunan infrastruktur. Pelabuhan, penerbangan perintis, jalur kereta api, angkutan massal hingga sistem logistik memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Dalam amanat tersebut, Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antara pusat produksi dan permukiman. Konektivitas yang baik diharapkan dapat menekan biaya angkut dan biaya logistik sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.

Insan perhubungan juga diminta untuk terus menjaga layanan transportasi keperintisan, memperkuat angkutan massal, membangun integrasi antarmoda serta meningkatkan sistem logistik.

Transformasi Digital Harus Berdampak pada Pelayanan

Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital di sektor transportasi juga diharapkan mampu menghasilkan perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pengawasan diharapkan menjadi semakin transparan dan efektif sehingga berdampak pada perjalanan yang lebih aman, kepatuhan yang lebih baik serta sistem logistik yang semakin tertib.

Namun, Menteri Perhubungan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan integritas dan kepedulian manusia.

Aplikasi, sistem pengawasan maupun infrastruktur pada akhirnya tetap bergantung pada keberanian dan ketepatan petugas dalam mengambil keputusan yang benar demi keselamatan serta pelayanan publik.

Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya penerapan 5 Citra Manusia Perhubungan dalam pelaksanaan tugas. Sikap tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi berbagai tantangan serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan harus tercermin dalam pekerjaan sehari-hari.

Pada akhir amanatnya, Menteri Perhubungan mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi.

Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan, bukan hanya selama peringatan Harhubnas, tetapi menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sepanjang tahun.

Peringatan Harhubnas 2026 di Kaimana sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keberhasilan sektor transportasi tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun peningkatan konektivitas, tetapi juga dari keamanan, keselamatan dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Upacara Harhubnas 2026 di Kaimana turut dihadiri Komandan Lanal Kaimana Mayor Laut (P) Efraim Pongsendana, Kepala UPBU Kelas III Utarom Kaimana Juprianto Pali, Kepala UPP Kelas III Kaimana Jemmy Samori, S.H., Kasat Polairud Polres Kaimana Iptu Rahmatullah, Kepala Lapas Kelas III Kaimana Yoseph Soleman Rumbiak, Ketua Klasis GKI Kaimana Pdt. Alfred A. Dimara, S.Th., M.Mis., Kepala Bank Mandiri Cabang Kaimana, Kepala Bank Mandiri KCP Kaimana Yofi Irianto, serta unsur perhubungan darat, laut dan udara, Basarnas, Polairud, Pospam KP3 Laut Kaimana dan tamu undangan lainnya.

Peliput: Rizky Amerbay
Editor: Rei Rumlus