Momen pembubaran panitia Festival Seni Budaya Bantik dan peringatan 77 tahun gugurnya Robert Wolter Mongisidi.
Manado, EkuatorNews.com — Pekan budaya Bantik akhirnya sampai di garis finis. Festival Seni Budaya Bantik dan Peringatan ke-77 Gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi Tahun 2026 resmi ditutup dengan pembubaran panitia di Lapangan Bantik, Sabtu (18/9/2026).
Bukan sekadar seremoni, momen ini terasa seperti ajang silaturahmi. Panitia, tokoh adat, peserta dan berbagai pihak yang terlibat kembali berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.
Acara yang dipandu MC Tasya Chacha tersebut diawali dengan doa yang dipimpin Herman Umboh, S.E., Sekretaris Dewan Adat Minanga.
Selanjutnya, Ketua Harian Lembaga Pemangku Adat Bantik Minanga, Fanly Pongajouw, S.T., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membubarkan kepanitiaan.
Pembubaran pun ditandai dengan pekikan “Bantik Pakatatehe!” yang menggema di Lapangan Bantik.
Fanly memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang dinilai telah bekerja maksimal. Berkat kerja bersama, seluruh rangkaian Festival Seni Budaya Bantik 2026 hingga peringatan gugurnya Robert Wolter Mongisidi dapat berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan sendiri cukup padat. Dimulai dari pembukaan di Lapangan Bengkol Manahumama, lomba Mahamba dan Baca Puisi di Mantos 3, Bakti Sosial Kesehatan di Lapangan Bantik, hingga acara puncak pada 5 September 2026 di Pohon Kasih (Pokas) Megamas Manado.
Panitia Sampaikan Terima Kasih
Ketua Panitia Albert Mokodongan, S.E., turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menopang kegiatan tersebut.
Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, sebelas kampung Bantik, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Tak lupa, Albert memberikan penghargaan kepada seluruh anggota panitia, baik dari wilayah Malalayang maupun dari luar Malalayang, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran demi suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Albert juga menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada Ketua Harian Lembaga Pemangku Adat Bantik Minanga, Fanly Pongajouw, S.T.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Pendeta Wahyu Mongan, S.Th., M.Th.
Kostum Era 1980-an Jadi Penutup yang Meriah
Suasana semakin semarak dengan pemberian penghargaan kepada 10 peserta dengan kostum terbaik.
Menariknya, kostum yang ditampilkan mengangkat tema era 1980-an. Nuansa nostalgia pun terasa, sekaligus menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam Festival Seni Budaya Bantik tahun ini.
Usai seluruh agenda, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Para tokoh adat, panitia, peserta dan seluruh pihak yang terlibat larut dalam suasana kebersamaan.
Festival Seni Budaya Bantik 2026 akhirnya bukan hanya meninggalkan kemeriahan sebuah perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga identitas budaya Bantik sekaligus mengenang jasa Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi.
Bantik Pakatatehe!
(Moldy Sege)









