Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Resmi Dibuka, Bupati Thungari: Wujud Cinta dan Kebanggaan pada Warisan Leluhur

Sangihe332 Dilihat

 

Ekuatornews.com. –  Semarak Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) 2025 resmi dimulai, Jumat (7/11/2025). Kegiatan dibuka dengan karnaval budaya yang dilepas langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM., dihadiri ribuan masyarakat yang memadati ruas jalan utama Tahuna.

 

Festival yang digelar mulai 7 hingga 15 November 2025 ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan jati diri masyarakat Sangihe sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa FSBS bukan sekadar ajang hiburan, melainkan manifestasi cinta terhadap warisan leluhur dan jati diri orang Sangihe.

 

“Melalui kegiatan seperti karnaval budaya, pameran seni dan fotografi, lomba masamper, musik bambu, hadrah, hingga pesta rakyat, kita tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai masyarakat kepulauan di ujung utara Indonesia,” ujar Thungari.

 

 

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa festival ini juga menjadi sarana menggugah semangat generasi muda agar tetap mencintai budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi.

 

“Festival Seni Budaya Sangihe merupakan metode untuk menggali kembali semangat generasi muda terhadap budaya lokal yang kini telah bertransformasi ke dalam dimensi digital, tanpa meninggalkan akar kebudayaan kita,” jelasnya.

 

 

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini justru membuka ruang baru bagi pelestarian budaya. Tarian, syair, musik tradisional, hingga upacara adat kini dapat direkam dan disebarluaskan ke seluruh dunia melalui berbagai platform digital.

 

“Transformasi digital bukan berarti meninggalkan budaya lama, tetapi menjadi jembatan untuk memperluas jangkauan dan makna budaya kita,” tambah Bupati.

 

 

Thungari juga menegaskan bahwa melalui festival ini, pemerintah daerah berupaya membangun ekosistem budaya yang mampu menopang sektor ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, dan industri budaya lokal.

 

“Saya bangga melihat antusiasme masyarakat, generasi muda, akademisi, tokoh agama, pemerhati lingkungan, serta pelaku UMKM yang turut terlibat dalam kegiatan ini. Jika kita bersatu, budaya Sangihe bukan hanya akan hidup, tetapi akan menghidupkan kita semua,” tutupnya penuh semangat.

 

 

Pembukaan FSBS 2025 turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, Ketua dan Sekretaris TP PKK, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, mahasiswa, pelajar, serta ribuan masyarakat yang larut dalam kemeriahan karnaval budaya.

 

Festival ini diharapkan menjadi ikon budaya tahunan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memantapkan posisi Sangihe sebagai daerah dengan identitas budaya kuat dan berdaya saing di era digital.

 

 

(*Udy)