Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kaimana dan Yonif TP 864 Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Papua Barat304 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana menggandeng Yonif TP 864 NN untuk mengembangkan budidaya ikan nila.

Saat ditemui EkuatorNews.com, Kepala Lapas Kelas III Kaimana Yoseph Soleman Rumbiak mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pembinaan warga binaan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan.

“Dalam kolaborasi tersebut, kami telah mengirim sekitar kurang lebih 300 ekor bibit ikan nila,” ujar Yoseph Rumbiak di Ruang Kerjanya, Sabtu (19/9/2026).

Lebih lanjut, Yoseph Rumbiak menyebutkan budidaya ikan nila merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan.

Menurutnya, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sebagaimana arahan pemerintah melalui Presiden dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kami dari Lapas Kaimana telah berkolaborasi dengan teman-teman dari Batalyon TP 864 NN, khususnya dalam bidang pembinaan. Salah satu kegiatan yang kami laksanakan adalah pembibitan ikan nila,” ujar pihak Lapas Kaimana.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Ia menyebutkan Lapas Kaimana juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana yang telah membantu pengadaan bibit ikan.

Ke depan, Kepala Lapas Kaimana berharap program pembinaan di bidang perikanan maupun perkebunan pangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan.

“Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pemberian upah sekaligus menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan,” harapnya.

“Kami berharap hasil-hasil pembinaan yang ada di Lapas, baik perikanan maupun perkebunan pangan, ke depannya dapat memberikan upah yang baik untuk warga binaan. Ini merupakan salah satu program pembinaan yang positif bagi mereka,” sambungnya.

Pihak Lapas juga berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kaimana terhadap program pembinaan dapat terus berlanjut. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait akan dilakukan untuk mengembangkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi warga binaan.

“Kami sangat berterima kasih karena pemerintah daerah sudah terlibat langsung selama ini. Ke depan, untuk kegiatan-kegiatan yang berdampak pada pembinaan, kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” tutupnya.

(REI RUMLUS)