
Manado, EkuatorNews.con – LPAI Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan sosialisasi perlidungan anak di Sekolah Tridharma Manado, Sabtu (28/10/2023).
Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ke-25 tahun.
Selain itu, juga untuk melaksanakan tugas ke-3 LPAI yakni melaksanakan sosialisasi perlindungan anak dan melaksanakan penanganan kasus kekerasan anak di lingkungan satuan pendidikan di bawah binaan kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara.
Selain sosialisasi, Ketua dan pengurus LPAI Sulut juga mengikuti menyaksikan pelantikan OSIS baru sekaligus memberikan pembekalan tentang perlindungan anak di sekolah pada Satuan Tugas Perlindungan anak dan tim penanganan.
Di mana Satgas dan tim ini baru saja dikukuhkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dengan dasar peraturan Menteri Agama No.83 tahun 2023 tentang pedoman penanganan kekerasan anak di satuan pendidikan pada kementerian agama.
LPAI Sulut berdasarkan perjanjian kerja sama dengan Kanwil Kemenag Sulut adalah mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah adalah bentuk pencegahan dan juga penanganan kasus kekerasan anak di satuan pendidikan di lingkungan kantor wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara.
Kegiatan LPAI Sulut berkoordinasi pada Kementerian Agama Kota Tomohon untuk bersama-sama memberikan pembekalan sosialisasi anti kekerasan anak di sekolah, yang digelar di Green Forest, Kota Tomohon.
Dalam kegiatan pembekalan sosialisasi melibatkan peserta diantaranya; Kepsek, Wakil Kepsek bidang Kesiswaan, Pembina OSIS, para guru, Pengurus OSIS SMA Tridarma Agama Budha.
Menurut Ketua LPAI Sulut, Adv. E.K Tindangen, ini Sekolah Menengah Atas (SMA) pertama yang meminta agar LPAI Sulut memberikan materi pembekalan sosialisasi anti kekerasan anak.
“Saya sebagai Ketua LPAI Sulut dikirimin surat permohonan untuk memberikan materi pembekalan untuk Pengurus OSIS dan para Guru, Wakil Kepsek, pembina osis, ini merupakan kepedulian dari pihak sekolah dan juga sudah merupakan tugas kami dari LPAI Sulut,”kata Tindangen.
Bahkan, sambung Tindangen, walaupun tidak diminta LPAI Sulut akan jemput bola turun sosialisasi perlindungan anak apabila sekolah mengizinkan dari LPAI Sulut memberi edukasi materi.
“Saya sebagai Ketua LPAI Sulut yang turun langsung memberi materi dan dibantu tim sosialisasi PA dari pengurus LPAI Sulut yang sudah di bentuk,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, LPAI Sulut sudah siap tim penanganan anak korban dan Tim Penanganan ABH dari para Advokat Spesialisasi penanganan kasus anak.
“Dan ada juga Tim Phiskolog yang berkompeten di bidangnya. Intinya LPAI Sulut selalu siap demi kepentingan terbaik untuk anak se Sulut,” tegas Tindangen yang juga sebagai Ketua Ikatan Advokat Indonesia Sulawesi Utara.
(Benn)








