Dansatgas Letkol Madiyan Surya Sebut Operasi Pamtas RI-PNG di Papua Fokus Merebut Hati Rakyat

Berita Utama, Nasional2352 Dilihat

Dansatgas Yonif 712/Wiratama, Letkol Inf Madiyan Surya, S.Hub.Int M.Han (kanan) membagikan bingkisan dari Ibu KASAD kepada pasukan yang baru saja kembali dari tugas operasi di Papua.

Manado, EkuatorNews.com – Dansatgas Yonif 712/Wiratama, Letkol Inf Madiyan Surya, S.Hub.Int M.Han, mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil menjalankan tugas Operasi Pamtas RI-PNG Kewilayahan T.A 2023 di Papua.

Ungkapan ini disampaikannya setelah tiba di markas Batalyon Infanteri 712/Wiratama, di Manado, Jumat (29/12/2023) usai penyambutan oleh Pangdam XIII/Merdeka, di lapangan Secata Rindam Bitung.

“Kita berangkat 450 orang kita kembali dengan utuh, yaitu 450 orang,” kata Madiyan Surya yang sangat akrab dengan wartawan.

Hal ini, menurut Madiyan, merupakan kebanggaan satuan dan Kodam XIII/Merdeka.

“Karena untuk pelaksanaan kegiatan di sana seperti yang awal kami berangkat, yaitu lebih berfokus kepada merebut hati rakyat dan sangat disambut positif oleh masyarakat Papua,” ungkapnya.

Sehingga, sambungnya, pada saat pasukan akan kembali ke Manado, masyarakat Papua sangat merasa kehilangan.

“Itu yang memang menjadi poin utama kita sehingga masyarakat lebih cinta kepada NKRI dan menggerus keinginan generasi-generasi muda yang ingin merdeka menjadi tak ingin lagi,” ucapnya.

Semua itu, jelasnya, dilakukan dengan kegiatan semacam teritorial, bakti sosial, kegiatan yang bersifat positif serta publikasi positif.

“Keinginan kita hanya satu yaitu merubah image bahwa di Papua itu daerah yang mencekam, tapi sebenarnya daerah yang menyenangkan dan masyarakat juga baik termasuk adat istiadat,” ujarnya.

Madiyan selanjutnya mengungkapkan tantangan yang paling berkesan selama satu tahun bertugas di Papua.

“Untuk awal kita datang memang perjalanan cukup jauh dari Wamena menuju Mulia itu membutuhkan waktu sampai 16 jam dengan menggunakan kendaraan. Memang cukup menantang daerahnya karena sebagian wilayah itu akses jalannya masih belum bagus,” tuturnya.

Hal menantang lainnya, kata Madiyan, adalah cuacanya yang cukup ekstrem.

“Cuacanya sangat dingin, terkadang kita harus melaksanakan kegiatan jaga ataupun melaksanakan kegiatan yang bersifat patroli, kita berhadapan dengan cuaca yang cukup dingin yang berkisar sampai dengan satu derajat. Itu yang menjadi tantangan yang luar biasa bagi pasukan. Akan tetapi alhamdulillah semua bisa dilewati setahun dan tidak bermasalah dan mereka sehat,” tukasnya.

(Benny Manoppo)