Bupati MT dan Wabup TB Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Pembahasan RPJMD 2025-2029 

Sangihe712 Dilihat

 

 

Sangihe – Ekuatornews.com.- Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari menghadiri Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2025-2029. Rapat paripurna tersebut di laksanakan pada Jumat (11/4/2025) di Ruang Rapat DPRD kabupaten Kepulauan Sangihe.

Mengawali sambutan Bupati menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada pimpinan dan anggota Dewan yang telah mengagendakan pembahasan ini. Kehadiran bapak dan ibu menunjukan komitmen kita bersama untuk memajukan kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Menurut Bupati, Dokumen RPJMD ini merupakan instrumen perencanaan strategis jangka menengah yang akan menjadi panduan utama pembangunan Daerah selam 5 tahunkedepan.

 

“RPJMD mengejawantahkan visi, misi, tujuan sasaran dan program kepala Daerah kedalam strategi pembangunan yang terukur, serta arah kebijakan dan pengelolaan keuangan Daerah yang disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,”kata Thungari.

 

Lanjut Thungari, visi Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2025-2029 adalah Muda Berkarya, Wujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya.

 

“Visi ini mencerminkan tekad dan komitmen untuk membangun kabupaten Kepulauan Sangihe dengan mengedepankan semangat pembaharuan dan kedinamisan, generasi milenial dengan energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam membangun Daerah kota terdiri dari 105 pulau yang memiliki potensi besar,”ujarnya.

 

Ia juga menambahkan kata Berkarya mengandung makna proses aktif dalam menciptakan dan mewujudkan ide – ide, bukan sekedar bekerja tetapi juga mengekspresikan kreativitas dan inovasi.

 

“Wujudkan Sangihe lebih sejahtera menunjukan orientasi pada hasil nyata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan Berbudaya menekankan pentingnya nilai – nilai etnis dan moral yang hidup dalam masyarakat,”tambah Thungari.

 

Kemudian Bupati juga menyampaikan 7 misi pembangunan terangkum dalam Sapta Membara atau Pitu Makawantuge.

 

” Dalam implementasi misi – misi tersebut berpedoman pada falsafah kearifan lokal Sangihe yaitu Matilang, Mateleng, Mateling su ralungu Metatengkang. Prinsip ini mengandung makna bahwa pemimpin harus memiliki akal Budi dan pikiran yang jernih, peka terhadap suara dan keluhan rakyat, bertindak dengan penuh pertimbangan, dan mengedepankan sikap saling menghargai dalam menjalankan pemerintahan. Tujuh misi tersebut dioperasionalkan menjadi 7 tujuan yaitu:

 

1mewujudkan tata kelola pemerintahan profesional yang inovatif, efektif, dan akuntabel.

2. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah melalui optimalisasi sektor – sektor unggulan.

4. Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan sosial dasar.

5. Memperkuat identitas budaya lokal dan nilai – nilai religius.

6. Meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan ketahanan terhadap bencana.

7. Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia muda.

 

Ketujuh tujuan tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi 27 sasaran strategis dengan indikator yang jelas dan terukur,”jelas Thungari.

 

Lebih lanjut, tahun 2025 merupakan tahun dimulainya periode rencana pembangunan jangka panjang daerah 2025-2029, sekaligus merupakan tahun awal pemerintahan daerah periode 2025-2030.

 

“Melalui RPJMD ini, kami memastikan program pembangunan mempertimbangkan keseimbangan aspek lingkungan, dimensi sosial, dan pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan kabupaten Kepulauan Sangihe yang tangguh, berkelanjutan, dan sejahtera”. Ungkap Bupati seraya kembali menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pimpinan dan anggota DPRD kabupaten kepulauan Sangihe yang telah mengagendakan dimulainya pembahasan rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah Daerah kabupaten Kepulauan Sangihe 2025-2029.

 

(*Udy)