
Penandatanganan MoU Dinas Kesehatan serta tujuh puskesmas di Kota Manado, Selasa (30/2025).
Manado, EkuatorNews.com – Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang, (AARS), kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan ramah masyarakat.
Pemkot Manado lewat Disdukcapil menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Dinas Kesehatan serta tujuh puskesmas di Kota Manado, Selasa (30/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Disdukcapil Kota Manado Erwin Simson Kontu, SH, Sekretaris Disdukcapil Teni Rorong, SH, para kepala puskesmas (Bahu, Bengkol, Kombos, Tuminting, Ranotana Weru, Ranomut, Paniki Bawah), serta jajaran pejabat terkait. Sambutan mewakili AARS dibawakan oleh Asisten I Setda Kota Manado, Julises Devi Oehlers, SH.
“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan, melainkan langkah konkret Pemkot Manado dalam memastikan masyarakat mendapat pelayanan adminduk yang cepat, mudah, dan terintegrasi dengan layanan kesehatan,” tegas Oehlers.
Dua Inovasi Unggulan Diluncurkan
Tak hanya MoU, Disdukcapil Manado juga memperkenalkan dua gebrakan layanan baru:
1. Aplikasi ALADIN (Anak Lahir Dapat Identitas) – memudahkan bayi yang baru lahir langsung memiliki akta kelahiran dan dokumen kependudukan lain.
2. SI PANDU (Sistem Informasi Pengaduan Terpadu) – layanan digital berbasis chatbot yang bisa diakses kapan saja untuk menyampaikan dan memantau pengaduan masyarakat.
Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Nirbito V., menjelaskan, kedua inovasi ini adalah bagian dari transformasi digital pelayanan publik.
“Dengan ALADIN, bayi yang baru lahir bisa langsung punya dokumen kependudukan. Sedangkan SI PANDU bikin masyarakat lebih gampang menyampaikan pengaduan secara cepat dan transparan,” ungkapnya.
Bukti Keseriusan AARS
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri soal pemanfaatan data kependudukan, sekaligus wujud nyata kepemimpinan AARS yang mendorong digitalisasi pelayanan.
Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang menegaskan bahwa inovasi ini menjadi cara memutus rantai birokrasi yang berbelit, sekaligus memastikan data kependudukan yang valid untuk menopang kebijakan pembangunan.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan MoU bersama tujuh Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Manado, serta sesi foto bersama sebagai simbol sinergi lintas sektor.
(***/ENC)




















