
Pelaksanaan Muskot versi Pengprov PBSI Sulut ricuh karena sebagian besar Ketua PB tidak setuju kegiatan ini.
Manado, EkuatorNews.com — Pemberitaan yang menyebut telah terpilihnya Ketua PBSI Kota Manado periode 2025–2029 melalui Musyawarah Kota (Muskot) di Hotel Lagoon Manado, Rabu (17/12/2025), menuai sorotan.
Pasalnya, informasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Berdasarkan pantauan langsung, pelaksanaan Muskot justru berlangsung ricuh dan tidak pernah sampai pada tahapan pemilihan ketua bahkan harus pindah lokasi ke salah satu hotel di kabupaten Minahasa Utara.
Forum musyawarah hanya berjalan hingga penyampaian visi dan misi para calon, tanpa dilanjutkan ke proses pemilihan maupun penetapan ketua.
Sejumlah Ketua Pengurus Bulutangkis (PB) secara terbuka menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Muskot tersebut.
Mereka menilai Muskot ulang tidak memiliki dasar hukum yang kuat, mengingat Muskot PBSI Kota Manado sebelumnya telah dilaksanakan pada 8 Oktober 2025 dan saat itu telah menetapkan Mahmud Turuis sebagai ketua.
Penolakan keras dari para peserta membuat suasana forum semakin tidak kondusif.
Situasi memanas hingga pimpinan sidang sementara yang juga menjabat Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sulut akhirnya menutup Muskot secara sepihak.
Dengan ditutupnya forum sebelum masuk tahapan pemilihan, dapat dipastikan tidak pernah terjadi proses aklamasi maupun penetapan ketua, seperti yang sempat diberitakan oleh sejumlah pihak.
“Kalau tidak ada pemilihan dan penetapan, lalu dari mana disebut ada ketua terpilih?” ungkap salah satu peserta Muskot dengan nada heran.
Kondisi ini menegaskan bahwa Muskot PBSI Kota Manado pada 17 Desember 2025 tidak menghasilkan keputusan organisasi apa pun.
Yang terlihat justru adanya dualisme dan konflik serius di tubuh PBSI Kota Manado.
Klaim terpilihnya ketua melalui Muskot tersebut dinilai tidak sah secara prosedural dan berpotensi menyesatkan publik.
(***/Enny)





















