Kabar Baik! Sangihe Segera Tambah Daya 4.000 KW, Pemadaman Bergilir Ditargetkan Hilang

Sangihe194 Dilihat

Ekuatornews.com. – Setelah bertahun-tahun dihantui pemadaman listrik bergilir, harapan baru akhirnya datang bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Satu unit mesin pembangkit listrik baru berkapasitas 800 kilowatt (KW) resmi tiba di PLTD Soataloara I, Tahuna, Jumat, dan menjadi bagian dari rencana penambahan lima unit mesin pembangkit yang diharapkan mampu mengakhiri krisis listrik di Kabupaten kepulauan Sangihe.

Kedatangan mesin pembangkit itu dipantau langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari yang didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari. Ia menjelaskan bahwa mesin tersebut merupakan bagian dari rencana pengadaan lima unit mesin pembangkit baru, masing-masing berkapasitas 800 KW.

“Hari ini sudah datang satu mesin. Total yang direncanakan ada lima unit dengan kapasitas 800 KW per mesin. Mesin lainnya sudah berada di Pelabuhan Amurang dan tinggal menunggu kapal penyeberangan karena pengangkutannya menggunakan truk besar,” ujar Thungari.

Menurutnya, dalam satu hingga dua minggu ke depan seluruh mesin tersebut diperkirakan sudah tiba di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ia menjelaskan, mesin pembangkit yang didatangkan merupakan unit baru dengan sistem modular menyerupai kontainer, sehingga proses pemasangannya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pembangkit konvensional.

“Mesin ini tidak perlu dibangun rumah mesin secara permanen. Bentuknya seperti kontainer, jadi setelah dibongkar tinggal sambungkan instalasi minyak dan kabel, dan langsung bisa beroperasi,” jelasnya.

Jika seluruh mesin telah terpasang, total tambahan daya listrik yang dihasilkan mencapai 4.000 KW. Kapasitas tersebut diperkirakan mampu menambah sekitar 40 persen dari kebutuhan daya listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dengan tambahan pasokan tersebut, pemerintah daerah berharap pemadaman listrik bergilir yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera dihentikan.

“Dengan adanya surplus sekitar 40 persen ini, diharapkan tidak ada lagi pemadaman bergilir. Pemadaman mungkin hanya terjadi jika ada gangguan teknis seperti pohon tumbang atau cuaca ekstrem,” kata Thungari.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran mesin baru harus diikuti dengan peningkatan kinerja PLN dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah kepulauan.

“Kita tentu senang kalau pemadaman benar-benar berhenti di seluruh wilayah Sangihe. Bukan hanya senang karena mesin baru, tapi kita ingin melihat PLN bekerja maksimal sehingga setidaknya selama satu tahun ke depan tidak ada pemadaman listrik,” tegasnya.

Dari lima unit mesin yang akan didatangkan, tiga unit direncanakan ditempatkan di Tahuna dan dua unit di wilayah Peta. Seluruhnya diharapkan mampu menopang kebutuhan listrik masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Thungari menambahkan, kedatangan mesin baru ini menjadi momen yang cukup istimewa bagi daerah tersebut. Pasalnya, selama ini Sangihe lebih sering menerima mesin pembangkit bekas dari daerah lain.

“Biasanya kita mendapat mesin bekas dari kabupaten atau kota lain. Ini pertama kalinya Sangihe mendapatkan mesin yang benar-benar baru,” ungkapnya.

Ia juga meminta PLN meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, terutama terkait potensi gangguan jaringan listrik seperti pohon yang berada di sekitar jalur kabel.

“Kami sudah meminta PLN berkoordinasi dengan para camat jika ada pohon yang berpotensi mengganggu jaringan. Camat dan perangkat kampung harus turun langsung menemui pemilik lahan agar penanganannya bisa dilakukan,” pungkasnya.

(*Udy)