Foto bersama Dewan Direksi PT Pegadaian (Persero) dengan jajaran Polri.
Manado, EkuatorNews.com– PT Pegadaian dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi melalui kegiatan Sosialisasi Kerja Sama Pegadaian dan Polri yang digelar di Manado, Kamis (18/6/2026).
Kolaborasi ini difokuskan pada bantuan pengamanan serta pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting bagi perusahaan yang kini mengelola jutaan nasabah dan ribuan jaringan layanan di seluruh Indonesia.
Menurut Budi, Pegadaian saat ini telah berusia 125 tahun, menjadikannya salah satu perusahaan tertua di Indonesia yang masih terus berkembang dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
“PT Pegadaian saat ini telah berumur 125 tahun. Ini usia yang sangat dewasa bagi sebuah perusahaan, dan mungkin masih bisa dihitung dengan jari perusahaan di Indonesia yang berumur lebih dari 100 tahun,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, Pegadaian terus melakukan transformasi besar-besaran. Salah satu pencapaian penting terjadi pada tahun 2025 ketika Presiden Prabowo menetapkan Pegadaian sebagai bank emas pertama di Indonesia.
Selain itu, Pegadaian juga memperkuat layanan digital melalui peluncuran aplikasi Tring pada akhir tahun 2025.
“Animo masyarakat sangat luar biasa. Baru tiga bulan diluncurkan, aplikasi Tring sudah diunduh tiga juta kali. Saat ini Pegadaian mengelola sekitar 21 juta nasabah,” katanya.
Budi mengungkapkan, Pegadaian memiliki sekitar 40 ribu outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan besarnya aset dan emas yang dititipkan masyarakat, dukungan keamanan menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Kami bersyukur MoU antara Pegadaian dan Polri telah ditandatangani. Pegadaian menyimpan emas di unit-unit kami, sehingga membutuhkan pengawalan untuk menjaga keamanan aset yang dititipkan masyarakat. Dengan kerja sama ini kami berharap dapat memberikan kepastian keamanan kepada nasabah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan Operasional (Karobinopsnal) Baharkam Polri, Brigjen Pol. Erwin Kurniawan SH SIK MHum, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun sinergitas antarinstansi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat.
“Dengan ditandatanganinya kerja sama ini, kita meletakkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas. Karena apa pun yang membutuhkan perubahan tidak bisa hanya ditangani oleh satu instansi saja,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mendukung tercapainya visi dan misi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Karena itu kita harus terus berkolaborasi dan berkoordinasi, yang intinya untuk mendukung tercapainya visi dan misi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Melalui kerja sama ini, Pegadaian berharap dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan, sekaligus memastikan keamanan aset jutaan nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Turut hadir mewakili Kapolda Sulut, Irwasda Polda Sulut Kombes. Pol. Amin Litarso SH, Pinwil PT Pegadaian (Persero) Kanwil V Manado Maksum dan jajaran dewan direksi, para Kapolres dan jajaran.
(Enny)














