Operasi Nusa Maleo 2026 Berbuah Hasil, Bea Cukai Sulbagtara Amankan Rokok Ilegal Bernilai Ratusan Juta

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah.

Manado, EkuatorNews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) bersama seluruh satuan kerja di wilayahnya mencatat hasil signifikan selama pelaksanaan Operasi Nusa Maleo 2026. Sepanjang 1–30 Juni 2026, petugas berhasil melakukan 130 penindakan terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal.

Operasi terpadu ini difokuskan pada pemberantasan rokok ilegal dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal melalui patroli, pemeriksaan, penindakan, hingga edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah melindungi masyarakat, menciptakan iklim usaha yang sehat, sekaligus mengamankan penerimaan negara.

Dari total penindakan tersebut, Bea Cukai Sulbagtara berhasil mengamankan 739.270 batang rokok ilegal dalam 107 kasus, serta 1.117,4 liter MMEA ilegal dari 23 kasus.

Selain itu, negara juga berhasil mengamankan penerimaan sebesar Rp130.334.000 melalui mekanisme ultimum remedium, sementara dua perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Hasil evaluasi menunjukkan rokok ilegal masih banyak didistribusikan melalui jalur darat Trans Sulawesi menggunakan bus antarkota dan kendaraan travel.

Modus pengiriman melalui perusahaan jasa titipan seperti J&T Cargo dan Pos Indonesia juga semakin marak, terutama menuju pusat perdagangan di Manado dan Gorontalo.

Sementara itu, peredaran MMEA ilegal paling banyak ditemukan di kawasan pariwisata, hiburan, dan perhotelan di Manado, Bitung, serta Luwuk. Bahkan di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, rokok ilegal sudah masuk hingga warung-warung kecil di pedesaan.

Salah satu penindakan terbesar dilakukan KPPBC TMP C Pantoloan di Terminal Bus Tipo, Palu, pada 8 Juni 2026. Petugas menggagalkan penyelundupan 224.000 batang rokok ilegal tanpa pita cukai yang dikemas dalam tujuh koli.

Kasus tersebut kini telah masuk tahap penyidikan. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Nusa Maleo merupakan bukti komitmen Bea Cukai dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal.

“Penindakan merupakan langkah terakhir, sedangkan tujuan utama kami adalah membangun kepatuhan. Karena itu, kami akan terus mengedepankan sinergi, edukasi, dan pengawasan yang adaptif agar ruang gerak peredaran barang kena cukai ilegal semakin sempit, iklim usaha yang sehat dapat terjaga, dan penerimaan negara terlindungi,” ujar Zaky Firmansyah.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh satuan kerja Bea Cukai Sulbagtara bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga peredaran barang kena cukai agar sesuai ketentuan yang berlaku.

(***/Enny)