Kekeringan Mengancam Produksi Pangan, DKPP Kaimana Siapkan Pendataan Petani

Papua Barat19 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana akan melakukan pendataan terhadap petani yang mengalami kekeringan serta gagal panen akibat dampak fenomena El Nino.

Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memetakan kondisi pertanian dan menentukan bentuk penanganan yang tepat bagi para petani terdampak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Alexander mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek sejumlah lokasi yang terdampak kekeringan dan kebakaran lahan pertanian.

“Mengenai update kekeringan dan kebakaran lahan pertanian yang terjadi beberapa waktu lalu akibat fenomena El Nino, kami dari dinas sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek lokasi yang terjadi kebakaran. Rencananya kami juga akan melakukan tinjauan lapangan serta pendataan kepada petani yang mengalami kekeringan maupun gagal panen,” ujar Alexander Furay.

Menurutnya, kekeringan yang terjadi dalam jangka waktu panjang dapat berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan menyebabkan kerugian bagi para petani akibat gagal panen.

“Kekeringan kalau terjadi dalam jangka panjang, kita bisa mengalami krisis pangan dan air bersih,” sebutnya.

Alexander menjelaskan, DKPP Kabupaten Kaimana telah melakukan rapat untuk membahas berbagai langkah penanganan yang akan dilakukan dalam menghadapi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

“Pada besok hari, kami dari dinas akan melakukan pendataan kepada petani yang mengalami kerusakan dari sisi produksi maupun kekeringan. Hal ini dilakukan agar kami bisa mengambil solusi yang tepat sasaran,” ucapnya.

Ia berharap pendataan tersebut dapat berjalan lancar sehingga pemerintah dapat memperoleh data yang akurat mengenai kondisi petani dan lahan pertanian yang terdampak.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan program serta langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

“Kami berharap melalui pendataan yang dilakukan oleh dinas, program yang diturunkan bisa membantu para petani agar cukup air dalam merawat tanaman dan tidak mengalami gagal panen,” harapnya.

Untuk tahap awal, Alexander mengatakan pendataan akan difokuskan pada wilayah perkotaan sebelum kemudian diperluas ke kampung-kampung di Kabupaten Kaimana.

(REI RUMLUS)