Wali Kota Andrei Angouw Tegas Soal Disiplin, Kehadiran Ketua Lingkungan dan Absensi Manual Jadi Sorotan 

Saat jarum jam sudah melewati pukul 09.12 WITA, dari ratusan Ketua Lingkungan se-Kota Manado, baru sekitar sepertiga yang terlihat hadir dalam Rakor di aula serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (7/9/2026).

Manado, EkuatorNews.com — Wali Kota Manado Andrei Angouw dibuat gerah melihat minimnya kehadiran Ketua Lingkungan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Manado, Senin (7/9/2026).

Saat jarum jam sudah melewati pukul 09.12 WITA, dari 504 Ketua Lingkungan se-Kota Manado, baru sekitar sepertiga yang terlihat hadir.

Sorotan itu disampaikan Andrei setelah melihat langsung kondisi peserta rakor yang belum sesuai harapan.

Dari ratusan Ketua Lingkungan se-Kota Manado, yang hadir saat rakor dimulai baru sekitar 150 orang.

Padahal, agenda tersebut telah dijadwalkan mulai pukul 09.00 WITA. Bahkan setelah waktu berjalan sekitar 12 menit, jumlah Ketua Lingkungan yang hadir masih terlihat minim.

Andrei sendiri telah berada di lokasi saat rakor akan dimulai. Ia pun mempertanyakan kedisiplinan dan keseriusan jajaran di tingkat kelurahan dan lingkungan dalam mengikuti agenda yang berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan daerah.

“Kalau undangan sudah disampaikan dan waktunya sudah ditentukan, seharusnya kita hadir tepat waktu,” tegas Andrei.

Rakor tersebut turut mengundang para Camat dan Lurah se-Kota Manado. Kehadiran Ketua Lingkungan dinilai penting karena mereka merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

Selain soal kehadiran, Andrei juga menyoroti sistem absensi yang masih dilakukan secara manual.

Menurutnya, kondisi tersebut justru bertolak belakang dengan semangat kegiatan yang sekaligus meluncurkan pelayanan digital Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Sekarang kita bicara pelayanan digital, tapi absensi masih manual. Kenapa tidak gunakan digital?” ujar Andrei.

Ia kemudian mendorong agar proses absensi ke depan memanfaatkan aplikasi Manado Hub, sehingga lebih praktis, cepat dan sekaligus sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Manado mendorong transformasi digital dalam pelayanan pemerintahan.

Bagi Andrei, digitalisasi bukan hanya soal pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus mulai diterapkan dalam aktivitas internal pemerintahan.

“Kalau sudah ada aplikasi Manado Hub, manfaatkan. Kita harus mulai membiasakan semua proses yang bisa dilakukan secara digital,” katanya.

Andrei berharap jajaran Camat, Lurah hingga Ketua Lingkungan dapat meningkatkan kedisiplinan sekaligus mengikuti perkembangan sistem digital yang sedang diterapkan Pemkot Manado.

Apalagi, peningkatan pendapatan daerah membutuhkan kerja bersama hingga ke tingkat paling bawah, termasuk peran aktif Ketua Lingkungan dalam membantu menyampaikan informasi dan mendorong kesadaran masyarakat terkait kewajiban pajak.

Rakor tersebut pun menjadi momentum bagi Pemkot Manado untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin cepat, transparan dan berbasis digital.

(Enny)