Distrik Merdey Gelar Musrenbang, Yustina Ogoney Apresiasi Kehadiran Berbagai Pihak

Papua Barat395 Dilihat

BINTUNI, EkuatorNews.com – Pemerintah Distrik Merdey menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Van De Kraan Paroki Salib Suci, Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (9/3/2026).

Diketahui, kegiatan yang bertujuan menampung usulan kebutuhan dan prioritas pembangunan dari kampung-kampung ini diikuti 25 kampung, terdiri atas sembilan kampung induk dan 16 kampung pemekaran.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Distrik Merdey Yustina Ogoney, turut dihadiri Kapolsek Merdey Iptu Yulianus H. Samberi, Perwakilan Koramil Merdey Serka Alvian, serta Kasubid Sosial dan Ekonomi Bappelitbandga Teluk Bintuni Bonivasius Umpes, Tokoh Masyarakat Edison Orocomna, para kepala kampung, Baperkam, perwakilan sekolah tingkat TK, SD, SMP, dan SMA, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Distrik Merdey Yustina Ogoney, mengapresiasi kehadiran dari berbagai pihak, dirinya tidak menyangka antusias masyarakat begitu tinggi dalam kegiatan tersebut.

“Undangannya terbatas, tetapi yang hadir ini tokoh-tokoh sentral di wilayah Distrik Merdey, ini menunjukkan bahwa orang Merdey masih solid untuk kita berkolaborasi, bersinergi, untuk bicara tentang hal-hal yang bersifat prioritas di Distrik Merdey,” ujar Yustina Ogoney.

Lebih lanjut, Yustina Ogoney mengajak semua pihak yang terlibat agar turut mengawal proses ini hingga masuk dalam program pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2027.

Ditempat yang sama, mewakili Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Kasubid Sosial dan Ekonomi, Bonivasius Umpes menambahkan soal peran Bappelitbangda dalam Musrenbang.

“Bappelitbangda hanya punya tugas untuk menampung usulan pembangunan hasil musyawarah dan bukan sebagai penentu program dan kegiatan,” ujar Bonivasius Umpes.

“Jangan sampai Bapak/Ibu selama ini berfikir kegiatan ini kami yang menentukan, kegiatan yang bapak/ibu masyarakat usulkan lewat distrik, kami tampung dan kami usulkan ke dinas terkait. Eksekusi terakhir di dinas terkait,” sambungnya.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak hanya mengusulkan kegiatan fisik, tetapi juga non-fisik. (REI)