Serahkan Bantuan Dana Hibah Kepada 16 Lembaga Keagamaan dan Kemasyarakatan, Bupati Hasan Achmad: Pergunakanlah Dengan Sebaik-Baiknya

Papua Barat135 Dilihat
“Bupati Kaimana Hasan Achmad, Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Sekda Donald R Wakum, dan Kepala Bagian Kesra Pemda Kaimana Yoyon Fahri Nisfu serta para penerima bantuan saat berfoto bersama”

KAIMANA, EkuatorNews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana menyerahkan bantuan dana hibah tahun 2026 secara simbolis di Aula Kantor Bupati, Kamis (9/4/2026).

Penyerahan secara simbolis ini diberikan kepada 16 Badan Lembaga Keagamaan dan Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Kaimana.

Pada penyerahan bantuan dana hibah tahun 2026, Bupati Kabupaten Kaimana didampingi oleh Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Sekretaris Daerah (Sekda) Donald R Wakum, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemda Kaimana Yoyon Fahri Nisfu.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si mengatakan bantuan yang diberikan ini bertujuan supaya meringankan beban dalam melaksanakan peran serta tugas dari kelembagaan tersebut.

“Tentu saja bantuan yang diberikan, disesuaikan dengan kemampuan pemerintah daerah sebagaimana kebijakan pemerintah terhadap efisiensi anggaran” ujarnya.

“Bupati Kaimana Hasan Achmad didampingi Wakil Bupati Kaimana dan Sekda saat menyerahkan bantuan dana hibah”

Lebih lanjut, Bupati Hasan Achmad menjelaskan efesiensi dalam pembelanjaan ini bertujuan untuk mengoptimasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten Kaimana.

“Bantuan tersebut, mestinya lebih dipergunakan dengan sebaik-baiknya karena nantinya setiap lembaga yang menerimanya harus wajib mempertanggung jawabkan,” tegasnya.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu pengelolah kelembagaan yang hadir mempunyai kewajiban untuk mengelola dengan semestinya bantuan yang diberikan sehingga bisa efektif dan optimal,” sambungnya.

Bupati pun berharap dengan keterbatasan bantuan yang diberikan, tidak mengurangi semangat untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan ataupun kemasyarakatan.

“Didalam keterbatasan ini, kiranya kita bisa mengoptimalkan berbagai peran dalam mensukseskan kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan yang ada,” tandasnya. (REI)