Wali Kota Andrei Angouw memaparkan capaian Pemkot Manado dalam FGD dan Wawancara dalam rangka penilaian PPD Tahap II, di aula serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (6/7/2026).
Manado, EkuatorNews.com – Pemerintah Kota Manado terus berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan ekonomi yang terukur dan terintegrasi.
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menegaskan bahwa esensi dari kesejahteraan masyarakat terletak pada kemampuan pemerintah dalam mendorong pendapatan daerah sekaligus menekan beban pengeluaran harian warga.
Hal ini dikatakan dalam FGD dan Wawancara dalam rangka penilaian PPD Tahap II, di aula serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (6/7/2026).
“Masyarakat dapat mencapai taraf sejahtera apabila mampu memperoleh penghasilan yang tinggi dengan pembiayaan atau pengeluaran yang rendah. Dengan demikian, selisih atau daya simpan (saving) masyarakat menjadi lebih besar. Di situlah tugas pemerintah untuk hadir,” ujar Andrei Angouw di depan tim dari Bappenas RI.
Capaian Makroekonomi Melampaui Target Nasional
Berdasarkan data capaian pembangunan makro tahun 2025, Kota Manado menunjukkan performa ekonomi yang sangat positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Manado tercatat menyentuh angka Rp57 Triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,77%. Angka pertumbuhan ini tercatat berada di atas rata-rata pertumbuhan Provinsi Sulawesi Utara (5,54%) dan pertumbuhan Nasional (5,11%).
Keberhasilan ini juga linier dengan angka PDRB per kapita Kota Manado yang mencapai Rp124,43 juta per tahun, menjadikannya yang tertinggi di wilayah Sulawesi Utara.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Manado kokoh di angka 82,4, jauh melampaui angka nasional yang berada di indeks 75,9.
Akselerasi ekonomi ini berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan makro menjadi 4,99%, serta rasio ketimpangan (Gini Ratio) yang terjaga di angka 0,342, memperlihatkan distribusi pendapatan yang relatif baik dibanding rata-rata nasional (0,363).
Intervensi Sektoral dan Penurunan Kemiskinan Ekstrem
Terkait penanganan kemiskinan ekstrem, Pemkot Manado menerapkan indikator ketat dengan batas pengeluaran di bawah Rp320.000 per bulan per kapita. Melalui validasi data di tingkat bawah, jajaran pemerintah mengeksklusi warga yang tidak lagi produktif (lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan penderita gangguan jiwa) untuk diberikan jaminan sosial penuh oleh negara.
Di sektor penunjang biaya hidup, Pemkot Manado melakukan intervensi masif melalui beberapa program taktis:
Infrastruktur Penerangan: Optimalisasi 16.000 titik lampu jalan guna menjamin keamanan kota, menekan angka kriminalitas, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat mengganggu produktivitas warga.
Transportasi Publik: Pengoperasian armada bus kota guna menyediakan opsi mobilisasi yang aman sekaligus memangkas pengeluaran transportasi masyarakat.
Penyediaan Hunian Layak: Menambah kapasitas hunian dengan rencana pengoperasian 2 Rumah Susun (Rusun) baru, melengkapi 4 rusun yang telah aktif beroperasi.
Mitigasi Bencana: Pembenahan sistem drainase secara intensif guna mereduksi potensi banjir, yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu pembengkakan pengeluaran tak terduga bagi rumah tangga.
“Kami juga melakukan penataan fasilitas pedestrian untuk menarik kunjungan dan perputaran uang dari luar daerah, serta memberikan dukungan insentif bagi 504 Ketua Lingkungan dan rohaniwan dari 1.000 rumah ibadah demi menjaga stabilitas sosial dan data yang akurat,” tambah Wali Kota.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Manado optimistis tren pertumbuhan ekonomi yang eksponensial dapat terus dipertahankan, sekaligus memastikan dampak pembangunan dapat dirasakan langsung secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
(Enny)
















