Diklat Paskibraka Sangihe 2026 Resmi Ditutup, Thungari: Keterbatasan Wilayah Bukan Batasan Impian

Sangihe58 Dilihat

 

Sangihe, Ekuatornews.com — Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026 resmi ditutup dalam upacara yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Selasa (18/8/2026).

 

Upacara penutupan dipimpin Asisten III Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Joppy Thungari, yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari.

 

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Joppy menyampaikan apresiasi dan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani proses pendidikan dan pelatihan hingga mampu menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Ia mengaku terharu saat menyaksikan para Paskibraka memasuki lapangan upacara dengan langkah tegap dan penuh percaya diri.

 

“Ketika saya berdiri sebagai inspektur upacara dan melihat kalian memasuki lapangan dengan langkah tegap dan penuh percaya diri, saya merasakan haru dan kebanggaan yang luar biasa,” ujar Joppy.

 

Menurutnya, penampilan para Paskibraka menunjukkan bahwa putra-putri terbaik Sangihe mampu menjalankan kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan.

 

Momentum pengibaran Sang Saka Merah Putih, lanjutnya, juga menjadi pengingat bahwa bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara. Di baliknya terdapat sejarah, perjuangan, pengorbanan, serta cita-cita para pendiri bangsa.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan seluruh masyarakat Sangihe, saya menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan rasa bangga kepada seluruh Paskibraka tahun 2026. Kalian telah menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” katanya.

 

Joppy turut memberikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Tahuna yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan dan pelatihan.

 

Keterlibatan berbagai unsur tersebut, menurutnya, memberikan pembelajaran penting bagi para Paskibraka tentang kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Apresiasi juga diberikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), panitia, pelatih, pembina dan pendamping yang telah mempersiapkan serta mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.

 

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, serta orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada para anggota Paskibraka.

 

“Keberhasilan Paskibraka tahun 2026 merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

 

Kepada para anggota Paskibraka, Joppy berpesan agar pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan tidak berhenti sebagai pengalaman seremonial, tetapi menjadi bekal dalam membangun masa depan.

 

Menurutnya, Sangihe membutuhkan generasi muda yang memiliki cita-cita besar, berkarakter, mampu menguasai teknologi, namun tetap memiliki jati diri serta kecintaan terhadap daerah.

 

“Kalian boleh lahir di pulau yang kecil, kalian boleh tumbuh jauh dari pusat kemajuan, tetapi jangan pernah merasa bahwa cita-cita harus kecil. Keterbatasan wilayah tidak boleh menjadi keterbatasan impian,” tegasnya.

 

Ia meminta para generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, menjaga pergaulan, menghormati orang tua dan guru, serta membangun kepercayaan diri.

 

Joppy optimistis, para Paskibraka tersebut kelak dapat mengisi berbagai bidang profesi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

 

“Suatu hari nanti, ketika kalian telah memiliki tanggung jawab yang lebih besar, saya berharap kalian masih mengingat Agustus tahun ini, suasana lapangan yang hening, derap langkah, suara komando dan saat Sang Merah Putih perlahan naik menuju puncak tiang,” ujarnya.

 

Menutup sambutannya, Joppy secara resmi menyatakan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026 ditutup.

 

“Teruslah belajar, teruslah berkarya, teruslah berprestasi dan jadilah generasi yang membuat orang tua, keluarga, masyarakat dan Kabupaten Kepulauan Sangihe bangga kepada kalian,” pesannya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sangihe Godfried Pella, S.P., M.M., Ketua PPI Sangihe Ronny Pasiale, para pelatih, pembina, pendamping serta orang tua anggota Paskibraka.

(*udy)