Api Dikendalikan dalam Dua Jam, TNI-Polri dan Damkar Uji Kesiapan Hadapi Karhutla

Papua Barat370 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Pemerintah Kabupaten Kaimana bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan sejumlah instansi terkait menggelar simulasi penanganan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kaimana, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Apel Polres Kaimana tersebut bertujuan menguji kesiapsiagaan, koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respons seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.

Skenario simulasi diawali dengan laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polres Kaimana terkait adanya titik api di kawasan hutan dan lahan di Jalan Tanggaromi-Wermura.

Laporan tersebut diterima petugas pelayanan 110 dan kemudian diteruskan kepada Patroli, Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) Polres Kaimana.

Personel piket selanjutnya dikerahkan untuk melakukan koordinasi dengan BPBD Kaimana. Tim BPBD bersama personel deteksi Polres Kaimana kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di lapangan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kebakaran telah meluas sehingga membutuhkan penanganan menggunakan unit pemadam kebakaran.

Kepala BPBD dan Kabag Ops Polres Kaimana kemudian berkoordinasi dengan unsur TNI, Damkar, serta Batalyon Infanteri TP Nane Nambae Kaimana untuk meminta dukungan personel dan unit pemadam kebakaran.

Unit Damkar yang telah disiagakan selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Dalam skenario tersebut, setelah sekitar dua jam, api berhasil dikendalikan melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait sehingga tidak meluas ke wilayah sekitar.

Selain melakukan pemadaman, tim di lapangan juga melakukan pemetaan terhadap wilayah terdampak, menentukan jalur akses, serta mengidentifikasi area yang berpotensi terancam.

Petugas turut memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan mengarahkan warga menuju lokasi aman apabila situasi membutuhkan evakuasi.

Koordinasi lintas instansi menjadi salah satu aspek penting yang diperagakan dalam simulasi tersebut. Setiap unsur menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari pemadaman, pengamanan lokasi, pengaturan akses, pelayanan kesehatan hingga dukungan logistik.

Dalam salah satu skenario, diperagakan pula seorang petugas mengalami kondisi tidak sadarkan diri setelah terpapar asap karena tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Petugas tersebut kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) sebagai bagian dari simulasi penanganan terhadap personel yang mengalami kondisi darurat saat bertugas.

Setelah api dinyatakan padam, tim kembali melakukan pemeriksaan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tahapan selanjutnya dilakukan dengan pendataan dampak serta evaluasi sebagai bahan perbaikan dalam penanganan Karhutla di masa mendatang.

Melalui simulasi tersebut, seluruh unsur diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penanganan Karhutla, sekaligus mampu memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan apabila menghadapi kondisi sebenarnya.

Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya satu instansi.

“Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dengan kebersamaan dan sinergitas, Kaimana siap menjaga hutan Kaimana,” jelas Satria Dwi Dharma di sela-sela simulasi.

Dengan koordinasi yang cepat, komunikasi yang efektif, serta sinergi lintas instansi, risiko Karhutla di Kabupaten Kaimana diharapkan dapat diantisipasi sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

(***/REI RUMLUS)