Foto ist
Manado, EkuatorNews.com — Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Kodaeral VIII, Kairagi Weru, Manado, selama tiga hari berubah menjadi panggung adu cepat sekaligus tempat lahirnya mimpi-mimpi besar para perenang muda.
Lewat Nusantara Swim Competition 2026 (Piala Dankodaeral VIII) yang berlangsung 28–30 Agustus 2026, sebanyak 410 perenang dari berbagai daerah tampil dalam sekitar 1.700 nomor lomba.
Bukan cuma soal siapa yang paling cepat menyentuh garis finis. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengasah mental, disiplin, sportivitas dan keberanian tampil dalam sebuah kompetisi.
Ketua Panitia, Ulyan Tumbelaka, mengatakan antusiasme peserta di luar perkiraan. Dari target awal sekitar 1.200 nomor lomba, jumlah tersebut meningkat hingga sekitar 1.700 nomor.
“Harapannya anak-anak ini bisa tampil di event besar dan nantinya mewakili Sulawesi Utara dalam event nasional,” ujar Ulyan.
410 PERENANG, 1.700 NOMOR LOMBA
Dari 410 peserta, tercatat 226 perenang putra dan 184 putri. Mereka terbagi dalam kategori atlet dan pemula.
Kategori atlet mengikuti sekitar 1.100 nomor pertandingan, sementara kategori pemula mencapai sekitar 600 nomor.
Besarnya jumlah nomor lomba bahkan membuat panitia harus melakukan pembatasan pendaftaran karena kompetisi hanya berlangsung selama tiga hari.
Antusiasme juga datang dari masyarakat. Pada hari pertama dan kedua, sekitar 1.000 penonton per hari diperkirakan memadati area kolam untuk memberikan dukungan kepada para perenang.
Sorakan dari pinggir kolam menjadi penyemangat tersendiri bagi para atlet yang berjuang mencatatkan waktu terbaik.
PEMULA HARI INI, JUARA DI MASA DEPAN
Salah satu hal menarik dari kompetisi ini adalah dibukanya kategori pemula.
Anak-anak yang baru mulai menekuni olahraga renang diberikan kesempatan merasakan langsung atmosfer pertandingan. Mereka belajar bagaimana menghadapi lawan, mengendalikan rasa gugup, menerima hasil pertandingan hingga berusaha memperbaiki catatan waktu.
Bagi panitia, hal tersebut justru menjadi bagian penting dari tujuan kompetisi.
Sebab, regenerasi atlet tidak lahir secara instan. Semuanya dimulai dari keberanian seorang anak untuk turun ke kolam dan mencoba bertanding.
“Pemula hari ini bisa menjadi atlet besar di masa depan. Dari event seperti ini kita mulai membangun keberanian dan pengalaman mereka,” kata Ulyan.

TOTAL HADIAH RP100 JUTA, ADA GRAND PRIZE HONDA EM1 e:
Persaingan di lintasan semakin menarik karena panitia menyiapkan total hadiah uang tunai mencapai Rp100 juta.
Selain medali, trofi dan piagam penghargaan, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa satu unit Honda EM1 e:.
Namun, bagi para atlet muda, hadiah bukanlah satu-satunya tujuan.
Pengalaman bertanding, kesempatan mengukur kemampuan dan keberanian tampil di hadapan banyak orang menjadi modal penting untuk perjalanan mereka ke depan.
Karena seorang juara besar biasanya lahir dari proses panjang, bukan hanya dari satu perlombaan.
PENUTUPAN MERIAH, KEMBANG API WARNI MALAM
Puncak kegiatan berlangsung dalam acara penutupan yang digelar di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Kodaeral VIII.
Para atlet yang telah berjuang selama tiga hari mendapatkan apresiasi berupa medali, trofi dan uang pembinaan.
Malam penutupan pun berlangsung spektakuler. Gemerlap lampu warna-warni dan letupan kembang api ikut menghiasi suasana, membuat momen tersebut semakin berkesan bagi atlet, pelatih, keluarga maupun penonton.
Acara penutupan dipimpin Aster Dankodaeral VIII, mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.
BUKAN CUMA SOAL PODIUM
Nusantara Swim Competition 2026 memperlihatkan bahwa sebuah kompetisi olahraga bisa punya makna lebih besar dari sekadar perebutan medali.
Di kolam ini, anak-anak muda belajar tentang perjuangan.
Ada yang pulang membawa medali. Ada yang belum berhasil naik podium. Tapi semuanya membawa pengalaman.
Mereka belajar bahwa kalah bukan akhir dari perjalanan dan menang bukan alasan untuk berhenti berlatih.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kodaeral VIII, Pemerintah Kota Manado, Dispora Kota Manado, Akuatik Indonesia, serta sponsor dan mitra pendukung turut membuat kompetisi perdana ini berjalan sukses.
Ke depan, panitia berharap Nusantara Swim Competition dapat digelar dua kali dalam setahun, sehingga semakin banyak perenang muda memiliki kesempatan untuk berkembang.
Club Nusantara juga mendapat dukungan dari para pelatih dalam proses pembinaan atlet.
Dari kolam renang Kairagi Weru, perjalanan itu kini dimulai.
Mungkin hari ini mereka masih berstatus pemula. Namun bukan tidak mungkin, beberapa tahun ke depan, nama-nama yang pernah bertanding di kolam ini akan berdiri di podium tertinggi dan membawa nama Sulawesi Utara hingga ke tingkat nasional, bahkan internasional.
“Sebab medali adalah tanda kemenangan.
Trofi adalah kebanggaan.
Hadiah adalah bonus.”
Tetapi kemauan untuk terus berlatih dan tidak menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya.
Nusantara Swim Competition 2026 pun boleh berakhir. Namun bagi para perenang muda, perjalanan menuju prestasi yang lebih besar baru saja dimulai.
(Moldy)























