Buka Pelatihan Noken dan Panah, Wabup Isak Waryensi Tekankan Pelestarian Budaya Melalui Program SAMISAKA

Papua Barat343 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com – Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui pembuatan noken dan panah yang merupakan bagian dari Program Satu Miliar Satu Kampung (SAMISAKA) di Kabupaten Kaimana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kaimana menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga serta melestarikan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kaimana.

Menurutnya, berbagai kerajinan tradisional yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, seperti noken, tikar, serta panah, merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur dan harus terus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

“Budaya dan adat kita tidak boleh hilang, karena itu menggambarkan jati diri kita, orang Papua, orang Kaimana,” tegasnya di Hotel Grand Papua Kaimana, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, perkembangan dunia yang semakin cepat tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan budaya dan adat istiadat yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu.

Wakil Bupati juga mengajak para peserta pelatihan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius selama tiga hari.

Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di kampung masing-masing.

“Selama tiga hari ini bisa mengikuti dengan baik. Apa yang kita tidak mengerti, apa yang kita tidak pahami, dengan sendirinya kita akan mengerti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa Program SAMISAKA merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kaimana. Melalui program tersebut, Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kampung.

Ia mengakui, pelaksanaan program SAMISAKA menghadapi tantangan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional. Namun, Pemerintah Daerah tetap berupaya mempertahankan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Daerah mengalokasikan Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dalam anggaran perubahan untuk program tersebut, dengan tetap berupaya memenuhi target program SAMISAKA sebesar Rp1 miliar per kampung.

“Program satu miliar satu kampung ini sangat membantu masyarakat dalam pembangunan,” katanya.

Wakil Bupati menegaskan, dana SAMISAKA harus dimanfaatkan secara tepat untuk kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan potensi lokal dan kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan pembuatan noken dan panah.

Ia menilai, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi merupakan bentuk investasi Pemerintah Daerah terhadap masyarakat dan generasi yang akan datang.

“Pemerintah hanya ingin memberikan investasi yang kepanjangan daripada generasi kita,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil dari kegiatan berbasis budaya dan potensi lokal tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta mengembangkan keterampilan yang diperoleh sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di kampung.

“Kalau kita serius melaksanakan dan menjalankan, ini kita sudah membangun untuk investasi yang kepanjangan,” tutupnya.

(RIZKY AMERBAY)