Tangkapan layar Media Workshop yang digelar secara virtual, Jumat (11/9/2026).
Jakarta, EkuatorNews.com — Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menegaskan pentingnya keterlibatan jurnalis dan media massa dalam melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya paparan zat adiktif seperti nikotin.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum LPAI, Samsul Ridwan, S.H., M.H., dalam kegiatan Media Workshop yang digelar secara virtual, Jumat (11/9/2026).
Dalam sambutannya, Samsul Ridwan menyoroti data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan tingginya prevalensi merokok pada anak usia 10 hingga 18 tahun, yakni mencapai 7,4 persen. Menurutnya, angka ini menjadi sinyal bahaya bagi jutaan anak Indonesia yang rentan mengalami kecanduan nikotin.
“Data SKI 2023 mencatat ada 7,4 persen anak usia 10–18 tahun yang tergolong rentan karena prevalensi merokok. Ini menyebabkan jutaan anak Indonesia berpotensi kecanduan nikotin,” tegas Samsul.
Peran Strategis Media dan Lemahnya Implementasi Regulasi
Samsul mengungkapkan bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan perilaku individu, melainkan terkait erat dengan gempuran iklan, promosi, dan sponsor (IPS) rokok yang sangat masif, termasuk di media sosial.
Meski aturan larangan IPS rokok sudah ada, LPAI menilai implementasi di lapangan masih sangat lemah dan belum memiliki daya paksa (imperative) yang kuat untuk menekan gempuran iklan rokok.
“Aturan memang sudah ada, tetapi implementasinya masih lemah. Regulasi kita belum punya daya paksa yang kuat untuk menekan iklan dan promosi rokok tersebut. Bahkan di media sosial, kita masih menyaksikan promosi rokok yang tak berkeputusan,” jelas Samsul.
Oleh karena itu, Samsul mendorong pemerintah agar menerbitkan regulasi yang lebih tegas dan mengikat demi melindungi tumbuh kembang generasi muda.
Kolaborasi dan Rencana Aksi Bersama
Melalui workshop media ini, LPAI berharap para jurnalis dapat mengambil peran aktif sebagai mitra strategis. Media dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik, membangun citra positif, serta memengaruhi cara berpikir masyarakat luas.
“Teman-teman media memberi kontribusi yang sangat signifikan dalam membangun citra, opini, dan cara berpikir masyarakat, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, jurnalis adalah kelompok strategis bagi LPAI,” ujar Samsul.
Ia berharap kegiatan workshop ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi dapat melahirkan rumusan konkret dan rencana aksi bersama dalam mengawal kebijakan perlindungan anak (child protection).
“LPAI akan terus bergandengan tangan dan bermitra dengan teman-teman media. Mudah-mudahan upaya ini memberikan dampak yang luas, sehingga anak-anak kita bisa terbebas dari keterpaparan produk tembakau,” pungkasnya.
(Enny)






















