SSB Rajawali Muda Kaimana Gelar Turnamen U-8/U-9, Bibit Pesepak Bola Muda Mulai Diasah

Papua Barat47 Dilihat

KAIMANA, EkuatorNews.com — Sekolah Sepak Bola (SSB) Rajawali Muda Kabupaten Kaimana mulai membuka ruang kompetisi bagi pesepak bola usia dini. Sebanyak lima tim ambil bagian dalam turnamen kelompok usia 8-9 tahun yang digelar di Stadion Triton Kaimana, Sabtu (19/9/2026).

Turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang perebutan juara. Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya SSB Rajawali Muda dalam memberikan pengalaman bertanding sekaligus menemukan dan mempersiapkan bibit pesepak bola Kaimana sejak usia dini.

“Ketua SSB Rajawali Muda Kaimana Riky Eramuri”

Ketua SSB Rajawali Muda Kaimana Riky Eramuri mengatakan, turnamen tersebut memang dikhususkan bagi anak-anak kelompok usia 8-9 tahun. Menurut dia, kompetisi seperti ini penting untuk menumbuhkan minat sekaligus menjaga semangat anak-anak dalam menekuni sepak bola.

“Ya, ini murni untuk adik-adik yang usia 8-9 tahun. Ini untuk menggairahkan mereka untuk fokus di dunia sepak bola,” kata Riky saat membuka turnamen di Stadion Triton Kaimana.

Riky menjelaskan, pembinaan di SSB tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan rutin. Anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

Pengalaman tersebut, kata dia, akan membantu pemain muda memahami situasi pertandingan sekaligus mengukur kemampuan yang selama ini diasah dalam latihan.

“Jadi kita selain melatih dan punya sekolah sepak bola, tapi jarang dibuat event atau tidak pernah dibuat event. Sehingga SSB sendiri berinisiatif untuk membuat event tersebut,” ujarnya.

Turnamen U-8/U-9 itu diikuti lima tim. Masing-masing yakni Lapindo FC, Bintang Timur Pasir Lombo, SD Negeri Matoa, serta dua tim dari SSB Rajawali Muda Kaimana.

Berbeda dengan sistem gugur, turnamen tersebut menggunakan sistem kompetisi penuh. Setiap tim akan saling bertemu sebanyak dua kali. Dengan format tersebut, seluruh peserta mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.

“Jadi event turnamen saat ini diikuti oleh lima tim. Sehingga pertandingannya kita buat dalam sistem kompetisi penuh, di mana setiap tim saling melawan dua kali. Jadi semua saling bertemu,” jelas Riky.

Selain trofi untuk tim, panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan individu. Di antaranya pemain terbaik, pencetak gol terbanyak atau top scorer, serta kiper terbaik.

Untuk klasemen akhir, trofi diberikan kepada tim yang menempati peringkat pertama hingga ketiga.

“Yang peringkat satu secara otomatis dia yang juara, dan selanjutnya diikuti peringkat dua dan tiga. Kita ambil sampai peringkat tiga saja. Terus ada pemain terbaik, ada top scorer dan kiper terbaik. Untuk juara satu sampai tiga akan dikasih trofi,” kata Riky.

Dengan jumlah peserta yang hanya lima tim, seluruh rangkaian turnamen ditargetkan tuntas dalam sehari. Pertandingan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore.

Riky berharap kegiatan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kaimana. Menurut dia, pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan dukungan dan wadah kompetisi yang berkelanjutan.

Selain mengembangkan bakat olahraga, keberadaan SSB juga dinilai dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menghindari pergaulan yang tidak diinginkan.

“Harapan saya, pemerintah lebih melihat generasi sepak bola, terutama anak-anak muda yang sebenarnya barang ini juga untuk menghindarkan mereka dari pergaulan-pergaulan yang kita tidak inginkan. Jadi ada wadah untuk mereka, bangun kualitas mereka. Mungkin mereka punya hobi di situ, kita bangunkan mereka punya itu,” tuturnya.

Ke depan, SSB Rajawali Muda Kaimana tidak ingin kompetisi tersebut berhenti pada kelompok usia 8-9 tahun. Riky menyebut pihaknya tengah menyiapkan kompetisi dengan kelompok usia yang lebih beragam.

Setelah turnamen U-8/U-9, SSB Rajawali Muda berencana menggelar kompetisi untuk kelompok usia 8-10 tahun dan dilanjutkan kelompok usia 11-13 tahun.

Tidak berhenti di sana, pembinaan juga diarahkan hingga kelompok usia 14-15 tahun melalui liga junior. Kompetisi tersebut direncanakan berlangsung pada akhir pekan, mulai Jumat, Sabtu hingga Minggu.

“Kompetisi tersebut direncanakan menggunakan sistem pertandingan akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu,” pungkasnya.

(REI RUMLUS)