Pernah Gagal, Lelaki Bertopi Koboi Bisa Jadi Sosok Inspiratif Generasi Muda

Papua Barat371 Dilihat

KAIMANA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana dari Partai Demokrat Matias Farisa merupakan salah satu figur generasi muda yang bisa dijadikan sosok inspiratif.

Pasalnya, Matias Farisa bukan hanya memiliki segudang pengalaman berorganisasi, beliau juga mempunyai rekam jejak perjalanan karir yang berliku.

Lelaki yang sering tampil menggunakan topi koboi ini merupakan pendiri Sanggar Mokasien Nad yang artinya anak kasihan atau anak yatim-piatu, beliau juga pernah menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), pendiri Pemuda Katolik Tanah Merah Bintuni, dan kini dipercayakan sebagai Ketua Ketua Karateker Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Barat.

Matias Farisa lahir di Kaimana 10 April 1980, beliau pernah bekerja di LNG Tangguh, PT Hanurata dan tenaga kontrak di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kaimana.

Dalam kontestasi politik, Matias Farisa pernah gagal sekali mencalonkan diri sebagai DPRK pada 2019 lalu dan akhirnya 2024 Ia terpilih sebagai salah peraih suara terbanyak di dapil 3 Kabupaten Kaimana.

Saat ditemui EkuatorNews.com di kediamannya, Matias Farisa mengatakan ada satu kutipan dari Pendeta Izaac Samuel Kijne yakni barang siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.

“Artinya, siapa saja yang hidup diatas Tanah ini harus bisa bekerja dengan tulus, jujur, dan setia agar Tanah ini bisa membawanya menjadi sukses,” ujar Matias, Rabu (7/5/2025).

Matias juga mengingatkan kepada generasi muda agar tetap mengembangkan potensi didalam diri dengan banyak berorganisasi.

“Bagi generasi muda yang mau terjun ke dunia politik harus mampu mencintai tanah ini, masyarakat dan jangan lupa untuk tetap berdoa. Karna doa mampu menjadikan semuanya indah pada waktunya,” tandasnya. (Ey)