Apel Bulan September, Bupati Sangihe Warning OPD: Kinerja Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran

Sangihe61 Dilihat

Sangihe, Ekuatornews.com – Memasuki September 2026, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) memperkuat evaluasi kinerja, mempercepat program yang belum terealisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel kerja bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Lapangan Gelora Santiago, Tahuna, Selasa (1/9/2026).

Apel dihadiri Wakil Bupati Tendris Bulahari, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten, pimpinan perangkat daerah, pejabat struktural, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sangihe.

Dalam sambutannya, Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang terus memberikan tenaga, pikiran dan dedikasi dalam menjalankan roda pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, mulai dari tata kelola pemerintahan, inovasi, disiplin, kualitas pelayanan hingga pencapaian target kinerja.

“Saya percaya dengan semangat kerja, koordinasi dan kolaborasi antar OPD, berbagai hal yang masih menjadi kekurangan dapat kita perbaiki dan realisasikan secara bertahap,” ujar Thungari.

Memasuki semester kedua tahun 2026, Bupati meminta seluruh pimpinan perangkat daerah segera melakukan evaluasi terhadap capaian masing-masing, terutama program dan target yang hingga kini belum terealisasi.

Menurutnya, setiap kendala harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti dengan langkah percepatan. Keberhasilan pemerintah daerah, kata Thungari, tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan maupun serapan anggaran.

“Keberhasilan pemerintah daerah tidak boleh hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran, tetapi terutama dari hasil serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Terkait APBD Perubahan 2026 yang dalam waktu dekat akan disahkan, seluruh OPD juga diminta mempersiapkan pekerjaan dan program yang berkaitan dengan penambahan anggaran.

“Dimohon untuk setiap OPD mempersiapkan kerja-kerja yang berhubungan dengan itu, karena hampir setiap OPD ada tambahan anggaran. Supaya segera setelah APBD Perubahan diketok, kita akan mulai running dengan pekerjaan masing-masing,” katanya.

Selain evaluasi kinerja, Thungari menekankan pentingnya penataan sumber daya aparatur. Ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah menyusun dan mengkaji kembali Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK).

Langkah tersebut akan dikoordinasikan Bagian Organisasi bersama BKPSDM untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi struktur pemerintahan dan kebutuhan sumber daya manusia.

Penataan ini dinilai penting seiring dengan rencana penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Sangihe.

“Penempatan dan pengembangan ASN harus semakin memperhatikan kompetensi, potensi, kinerja dan juga kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif dan tidak mengabaikan aparatur hanya karena faktor kedekatan maupun penilaian subjektif pimpinan.

Dalam apel tersebut, Bupati turut menyoroti pelaksanaan asesmen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai PermenPAN-RB Nomor 8 Tahun 2026.

Menurut Thungari, asesmen tersebut penting untuk mengetahui kondisi dan kesiapan pemerintahan digital di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hasil asesmen nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan Masterplan Pemerintahan Digital Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026–2031.

Karena itu, seluruh dinas, badan dan kecamatan diminta berpartisipasi aktif mengisi setiap butir asesmen secara benar, lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya.

Pengisian asesmen akan didistribusikan melalui sistem yang terintegrasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika bersama tim penyusun masterplan pemerintahan digital.

“Kualitas masterplan yang akan disusun sangat bergantung pada kualitas dan keakuratan data yang kalian berikan,” tegasnya.

Ia berharap transformasi pemerintahan digital di Sangihe dapat berjalan secara terintegrasi, berbasis data, aman dan efektif, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Kepulauan Sangihe meraih Juara I North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) Tahun 2026.

Prestasi tersebut diraih dalam ajang yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara.

“Capaian ini merupakan kebanggaan kita bersama dan menunjukkan bahwa Sangihe memiliki potensi serta mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif,” kata Thungari.

Bupati kemudian meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah selaku Ketua Tim NSIC Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026, serta Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna selaku project owner untuk menerima piagam penghargaan.

Di penghujung sambutannya, Bupati memberikan perhatian terhadap kondisi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.

Ia meminta para pimpinan perangkat daerah, ASN, camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang mengalami krisis air bersih dan segera melaporkannya kepada Kepala BPBD serta Dinas Pekerjaan Umum.

Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat memetakan wilayah yang menjadi prioritas dan mengambil langkah penanganan secara tepat.

“Seorang ASN harus menjadi pelayan publik, baik pada jam kerja maupun di rumah masing-masing ketika mendapatkan laporan dari masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Thungari mengajak seluruh ASN terus melakukan evaluasi, pembenahan dan inovasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga.

“Tidak akan ada OPD yang mampu bekerja sendiri. Karena keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah keberhasilan kita semua,” pungkasnya.

(*udy)